Nggak banyak penelitian managemen laba yang memanfaatkan metode survey. Padahal cara ini bisa berharga banget buat memperluas dan/atau memperdalam pengetahuan kita mengenai masalah managemen laba. Salah satu penelitian yang menggunakan survey adalah Bruns dan Merchant (1990) dalam paper “The Dangerous Morality of Managing Earnings.” Penelitian ini dasarnya menanyakan etis-tidaknya suatu praktik, yang mungkin terindikasi managemen laba.
Bruns dan Merchant (1990) memperoleh 649 responden dari seluruh kuesioner yang disebarkan. Responden ini antara lain memiliki posisi sebagai manager umum (119), manager keuangan, akuntansi, dan audit (262), serta posisi lainnya atau yang posisinya tidak diketahui (268). Hmm, kalau survey di Amerika bisa menggunakan responden dengan jumlah 600-an orang. Di Indonesia mungkin boleh 50 – 100 orang gitu kali yah? 😀
Satu poin penting survey, yang dimanfaatkan dengan baik sekali oleh Bruns dan Merchant (1990), adalah masalah perbedaan pandangan (diverse view). Penelitian Bruns dan Merchant (1990) menemukan bahwa pendapat para manager bisa beragam. Misalnya, pertanyaan “apakah mengelola laba dengan mengubah atau memanipulasi keputusan atau prosedur operasi itu etis?”
Berdasar tabel di atas dapat kita lihat bahwa sangat banyak (79%) yang menganggap managemen laba tersebut etis untuk tujuan mengurangi laba dan cukup banyak (57%) yang menganggapnya etis untuk tujuan menaikkan laba.
(Bersambung di halaman 2 yah… link di bawah.)

Bagaimana menurut anda?