Pemangku Kepentingan Laporan Keuangan

Siapa aja sih pemangku kepentingan dari laporan keuangan? Yuk kita lihat

  • Manager berkepentingan dengan laporan keuangan untuk memahami kondisi dan kinerja perusahaan secara umum untuk kemudian dikaitkan dengan bagiannya masing-masing. Hal ini juga penting untuk menjaga agar manager tetap memahami gambaran besar visi dan misi perusahaan serta progress untuk mewujudkan visi dan misi tersebut.
  • Pemegang saham memiliki bagian dari perusahaan. Oleh karenanya, tentu ia berharap bahwa perusahaan tersebut akan terus maju dan berkembang ke depannya. Salah satu cara untuk memperkirakan kemungkinan perkembangan perusahaan ke depan adalah melalui analisis data yang ada di laporan keuangan. Di sisi lain, untuk investor jangka pendek yang biasanya lebih peduli pada pergerakan harga saham, laporan keuangan juga penting karena angka laba bisa memiliki pengaruh pada harga saham pada saat pengumuman. Dengan demikian, penting bagi investor jangka pendek untuk melihat kesesuaian angka laba atau mungkin angka akuntansi lainnya dengan ekspektasi pasar sehingga ia dapat memperoleh keuntungan atau menghindarkan rugi.
  • Kreditur memerlukan laporan keuangan untuk memperkirakan kemampuan perusahaan membayar utangnya dengan memperkirakan kinerja ke depannya. Perusahaan yang memiliki kinerja baik dan pengelolaan aset yang baik akan memiliki peluang lebih baik pula untuk membayar utangnya dengan lancar. Analisis kredit merupakan salah satu hal penting yang dipelajari dalam analisis laporan keuangan.
  • Pemasok memerlukan laporan keuangan untuk memperkirakan potensi kerja sama ke depannya. Pemasok dan perusahaan bekerja sama agar perusahaan dapat menghasilkan produk dengan baik. Dengan demikian, sedikit banyak, pemasok memiliki ketergantungan pada perusahaan. Bila perusahaan berkembang dengan baik dan produksinya meningkat maka pasokan yang dibutuhkan juga akan meningkat, demikian pula sebaliknya. Bila perusahaan terkena dampak teknologi yang cukup signifikan dan perlu mengubah metode produksinya, pemasok mungkin juga akan terpengaruh. Oleh karenanya, pemasok perlu selalu update dengan kondisi dan kinerja perusahaan.
  • Karyawan rata-rata berharap dapat memiliki pekerjaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu penting bagi karyawan untuk tahu prospek perusahaan ke depannya. Selain itu, pertumbuhan dan perkembangan perusahaan juga penting untuk negosiasi gaji, posisi, dan sebagainya.
  • Publik secara umum berkepentingan dengan laporan keuangan karena perusahaan-perusahaan tertentu bisa mempengaruhi hajat hidup orang banyak atau menggunakan fasilitas yang didanai oleh uang pajak. Selain itu, kondisi suatu perusahaan yang cukup besar biasanya juga dapat mempengaruhi sejumlah kepentingan publik. Bila kondisi perbankan tidak sehat, misalnya, maka ini akan mempengaruhi masyarakat yang menabung ataupun bertransaksi menggunakan bank tersebut. Hal ini bisa memunculkan kekhawatiran yang dapat meluas ke masyarakat umum yang bukan merupakan konsumen dari bank tersebut.

Photo by sl wong from Pexels

Model Terbaik?

Siang Ka.. saya mau menanyakan masalah perhitungan manajeman laba. Model manakah yang lebih akurat dalam perhitungan manajeman laba ?

Pada dasarnya sih kita nggak mencari yang paling akurat yah. Soalnya ini kan model statistik, di mana pada dasarnya kita mengakui bahwa akan selalu ada perbedaan (error) antara model teoritis dengan data yang kita peroleh dari dunia nyata. Oleh karenanya, akurat bukan menjadi hal penting di model dan uji statistik.

Pertanyaannya mungkin kemudian, model yang terbaik? Nah, nyari model yang terbaik juga susah. Sebab kadang tujuan model ada bermacam-macam. Yang lebih oke kemudian adalah

Model yang paling cocok seperti apa?

Ada banyak model untuk pengukuran proksi manajemen laba, dengan konteks yang juga bermacam-macam. Model Jones (1991), misalnya, disusun untuk mengestimasi akrual diskresioner abnormal pada tiap perusahaan dengan data time-series. Bila kita ingin mencari akrual diskresioner abnormal perusahaan Indofood maka kita membandingkan dengan data Indofood sendiri untuk periode, katakanlah, tahun 2000 – 2015.

Di sisi lain, model Modified Jones dibangun dengan konteks data panel. Bila menggunakan model ini, kita memperoleh akrual diskresioner abnormal perusahaan Indofood tahun 2015 dengan membandingkannya pada perusahaan-perusahaan sejenis di industri yang sama.

Belum lagi

Oleh karenanya, model yang diinginkan sebaiknya adalah

model yang paling sesuai atau paling cocok dengan tujuan dan desain penelitian

Yah, perlu banyak baca berarti? Iyaa dong 🤠

Mengapa Akuntansi Perlu Dipelajari

Berhubung ada yang search ‘mengapa akuntansi perlu dipelajari’ jadi aku mau jelasin ini aja secara filosofis. *halah* Oke, jadi kenapa?

Kalian sempet nonton Gravity nggak? Masih inget bagian pas Sandra Bullock drifting nggak jelas di luar angkasa setelah debris menabrak post dia di Explorer? Pas drifting itu, keliatan kalau di kaca helmnya Sandra Bullock ada informasi data-data penting buat dia, kayak level O2 yang masih tersisa. (Tinggal 10% waktu itu 😥 ). Biar jelas, liat deh klipnya. Informasi di kaca helm itu ada di awal, detik ke 15-an lah yang jelas banget.

Konsep akuntansi seperti informasi di helm itu. Akuntansi mensintesa beragam informasi entitas (e.g. perusahaan) untuk kemudian menyajikan olahan informasi yang relevan pada penggunanya. Dalam contoh Gravity, manusia itu kan punya berbagai data juga sebenarnya seperti detak jantung, tipe darah, tinggi badan, dsb. Semua data ini tentu ada gunanya dan ada relevansinya untuk sesuatu. Nah di sini kita perlu liat lagi konteksnya. Ketika kamu sedang bertugas di luar angkasa, data yang paling berguna mungkin detak jantung (untuk memonitor kondisi kesehatan), trus data tambahan seperti cadangan oksigen yang masih tersisa, dan sebagainya.

Akuntansi pun begitu. Perusahaan memiliki banyak data dan kompleks pula. Tentu nggak semua data maupun olahannya bisa disajikan. Mana yang perlu disajikan, mana yang relevan? Itu kemudian yang menjadi filosofi (mengapa) belajar akuntansi.

Lanjutkan membaca “Mengapa Akuntansi Perlu Dipelajari”

Disiplin Ilmu

Ceritanya, aku lagi baca buku Howard Gardner, 5 Minds for the Future (2008).

Howard Gardner, 2008
Howard Gardner, 2008

Gardner bilang ada 5 minds atau perspektif yang perlu dikuasai tiap orang di masa depan atau, buat yang tertarik hal-hal baru, asik juga buat dipelajari sekarang. Lima perspektif itu adalah disiplin ilmu, sintesa, kreasi, respek, dan etika.

Hal yang pertama banget perlu dikuasai adalah disiplin ilmu. Tanpa dasar disiplin ilmu yang baik, sintesa ataupun kreasi/karya kita jadi kurang bernilai. Oya, ini cocok sih sama penjelasan Ken Robinson kemaren yaitu biar berguna, kreatif itu perlu value. Nah, value ini bisa diperoleh kalau kita menguasai disiplin ilmu dengan baik. Facebook yang sepertinya sederhana itu dibuat dengan penguasaan disiplin ilmu yang oke banget. Walaupun Mark Zuckerberg masih muda waktu bikin Facebook tapi saat itu dia udah pengalaman bikin program selama 10 tahunan lebih.

Menurut Gardner, paling enggak kita perlu menguasai 1 disiplin ilmu lah, entah itu ilmu akademik ataupun ilmu praktik. Trus kupikir kan jelek-jeleknya paling enggak aku sudah menguasai 1 lah ya, akuntansi. Eh begitu masuk ke bab disiplin ilmu, A Disciplined Mind, koq ya ternyata yang dimaksud Gardner dengan disiplin ilmu itu berbeda dengan yang kukira cuma pengetahuan dan kuliah akuntansi yang ada.

Lanjutkan membaca “Disiplin Ilmu”

Akuntan Muda dan Idealisme

Susah nggak sih untuk punya idealisme di zaman sekarang?

Aku ngerasainnya susah. Selama 2 tahun belakangan, aku sibuk mencari tau apa yang sebenernya aku

Rainbow pencils
Rainbow pencils (Photo credit: @Doug88888)

mau. Trus sekarang lagi sibuk berusaha mengatasi hasil eksperimen 2 tahun itu, bokek. (Lho koq curhat..) Singkat cerita, baru setelah ndengerin Pak Wardjono cerita lah aku baru ngeh bahwa selama ini aku nggak punya idealisme, aku hanya mengejar yang aku suka aja. Oh tunggu, boleh nggak itu aja jadi idealismeku? #plak

Cerita Pak Wardjono sih sederhana. Beliau satu pemikiran dengan Demski dan Fellingham bahwa akuntansi sebagai suatu disiplin itu embarassing (meminjam istilah Demski).

Kenapa memalukan? Sebab kampus hanya mengajarkan praktik. Kita mengajarkan prinsip, metode, bahkan istilah yang digunakan praktik. Kalau dalam akuntansi keuangan, kita hanya mengajarkan hal-hal yang tergambar dalam US GAAP atau IFRS. Dengan kata lain, kampus yang seharusnya menjadi pusat perubahan justru menjadi kepanjangan tangan penguasa standar.

Lanjutkan membaca “Akuntan Muda dan Idealisme”